Rabu, 07 November 2012

Gambaran Hari Kiamat


hari kiamat

        
  Salah  satu  hal yang harus diimani oleh umat  Islam  adalah adanya hari akhir (yaumul akhir). Iman kepada hari akhir, menurut hadits Rosululloh yang diriwayatkan oleh Imam muslim dari sahabat Umar  bin  Khottob, merupakan rukun Iman yang  ke-5.  Hari  akhir adalah hari yang diawali dengan kematian umat manusia (meningal dunia) sampai dengan mereka masuk sorga atau neraka sesuai dengan amal  masing-masing. Dengan demikian beriman terhadap hari  akhir meliputi juga iman terhadap adanya nikmat dan siksa kubur, terjadinya hari kiamat, hari ba’ats, adanya penimbangan dan penghitungan amal, dan penempatan manusia di sorga atau di neraka.
          Tulisan  ini merupakan kumpulan beberapa informasi  mengenai qiamat berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an, Hadits-hadits nabi, dan  pendapat para ulama’ ahlis sunnah wal  jama’ah.  Sistematika sajian  meliputi  deskripsi hari kiamat, waktu  terjadinya,  dan tanda-tanda kedatangannya.

DESKRIPSI HARI QIYAMAT

          Pada dasarnya qiyamat berarti bangkit dari kubur.  Sedangkan hari kiamat adalah hari berbangkitnya manusia dari kubur. Banyak sekali  istilah  yang digunakan dalam Al  Qur’an  untuk  menyebut istilah  qiyamat, antara lain yaitu qiyaamah, qoori’ah, dan  saa’ah.  Kedua  istilah yang pertama merupakan nama surat  dalam   Qur’an, yaitu al Qiyaamah dan al Qoori’ah. Dalam surat al Qoori’ah disebutkan bahwa hari kiamat adalah hari yang manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan gunung-gunung seperti bulu  yang dihambur-hamburkan. Lebih lanjut diungkapkan pada hari itu orang – orang  yang  berat timbangan kebaikannya berada  dalam  kehidupan yang  memuaskan.  Sementara  orang-orang  yang  ringan  timbangan kebaikannya maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
          Dalam  surat  al  Qoori’ah tersebut  dinyatakan  bahwa  hari kiamat  disebut  juga qoori’ah yang berarti  bahaya  besar  atau huru-hara  besar  atau  ketokan yang  keras.  Dikatakan demikian karena  peristiwa  kiamat itu menggetarkan hati  dan  memekakkan telinga dengan bermacam-macam hal yang mengejutkan dan  menakutkan. Peristiwa kiamat itu tidak hanya mengejutkan dan menakutkan hati  tetapi juga berpengaruh terhadap tubuh dan segala apa  yang ada di jagat raya ini.
         Salah satu gambaran peristiwa kiamat itu sebagaimana  dikemukakan pada awal surat al Insyiqaaq. Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa pada hari kiamat langit terbelah, bumi diratakan dan memuntahkan  apa  yang ada di dalamnya sehingga  menjadi  kosong. Ungkapan  tersebut  juga terdapat pada awal surat  al  Infithaar. Digambarkan  dalam surat tersebut bahwa pada hari kiamat  langit terbelah, bintang-bintang jatuh berserakan, lautan meluap,  kuburan-kuburan dibongkar, pada saat itu setiap jiwa akan  mengetahui apa yang telah dikerjakannya dan yang dilalaikannya.
          Di  dalam surat at Takwiir juga dikemukakan bahwa pada  hari kiamat  matahari digulung, bintang-bintang  berjatuhan, gunung- gunung  dihancurkan, onta-onta yang bunting  ditinggalkan tidak dipedulikan, binatang-binatang liar dikumpulkan, lautan dipanaskan, ruh-ruh dipertemukan dengan tubuh, bayi-bayi perempuan  yang dikubur  hidup-hidup  ditanya mengenai dosa  apakah  ia  dibunuh, catatan-catatan  amal perbuatan manusia dibuka, langit  dilenyapkan,  neraka  jahim dinyalakan, sorga didekatkan, dan  tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang dikerjakannya.
          Keempat  surat  di atas menyatakan bahwa  hari  kiamat  itu adalah  hari akhir yang diawali dengan hancurnya jagat raya  ini, bangkitnya  manusia  dari dalam kuburnya,  penimbangan  amal  dan penghitungannya,  sampai dengan tempat terakhir mereka, di  sorga atau di neraka. Deskripsi tersebut hanyalah sebagian dari  informasi mengenai hari kiamat yang disebutkan dalam al Qur’an.
          Pada  hari kiamat semua manusia menjadi panik dan bingung, mereka  tersiksa  dan sangat membutuhkan pertolongan. Tidak ada seorangpun  yang  mampu memberikan pertolongan kepada  yang  lain karena  masing-masing  mereka tidak  mampu  mengatasi  masalahnya sendiri. Yang mampu memberikan pertolongan (syafaat) adalah  nabi Muhammad SAW.

KAPAN KIAMAT TIBA

          Orang yang beriman harus yakin bahwa kiamat pasti akan tiba. Tentang kapan kedatangnya, yang mengetahui hal ini hanyalah Allah SWT.  Dalam  surat  al A’rof ayat 187  Allah  berfirman, Mereka bertanya kepadamu Muhammad tentang kiamat :”Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu  pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang  dapat  menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat  huru-haranya  bagi  makhluk yang di langit dan di bumi. Kiamat  itu  tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”.
          Ungkapan  senada juga dikemukakan dalam surat al Ahzab  ayat ;  ”Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari  berbangkit/kiamat.  Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan  tentang  hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.”
          Berdasarkan kedua ayat tersebut dapat dikatakan bahwa  tidak ada seorangpun yang tahu kapan kiamat akan tiba. Manusia termasuk  nabi Muhammad pemimpin para nabi dan rasul, jin serta malaikat termasuk  malaikat  Jibril  pemimpin para  malaikat,  dan  juga makhluk-makhluk yang lain tidak ada yang mengetahui kapan datangnya  kiamat  itu. Tidak ada seorang  peramalpun  yang  mengetahui datangnya kiamat. Sudah terbukti berkali-kali bahwa hasil ramalan tidak tepat, termasuk yang menyatakan bahwa kiamat akan tiba pada tanggal 9 bulan 9 tahun 1999 dua tahun lalu.  Oleh  karena itu  perkataan peramal tidak perlu dipercayai dan ditakuti.  Satu hal penting dalam surat al Ahzab ayat 63 tersebut adalah  pernyataan  Allah dalam akhir ayat, yaitu “boleh jadi  hari  berbangkit itu sudah dekat waktunya.”

TANDA-TANDA DATANGNYA HARI KIAMAT

          Malaikat  Jibril  pernah meminta nabi Muhammad  SAW  memberi tahu  kepadanya  mengenai hari kiamat.  Nabi  Muhammad  menjawab: “Bukankah  yang  ditanya mengenai hari kiamat  tidak  lebih  tahu daripada  yang bertanya”. Jibril lantas mengatakan:  ”Beritahukan kepadaku mengenai tanda-tandanya!” Rosululloh bersabda: “Kiamat akan segera tiba jika budak wanita melahirkan  majikannya;  Kau lihat orang-orang yang tidak beralas kaki, orang-orang yang tidak berpakaian, orang-orang fakir, dan para penggembala kambing; berlomba-lomba dalam bangunan (yatathaawaluna fi-l bunyaan).”
          Imam  Nawawi mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan  tanda-tanda yang pertama, yaitu para budak wanita melahirkan  majikannya adalah banyaknya budak wanita yang melahirkan anak dari  majikan nya, dalam arti anak yang dilahirkan budak wanita tersebut  hasil hubungan  intim  dengan  majikannya. Status  anak  yang  demikian mengikuti ayahnya (majikan), sehingga sang anak kalau sudah besar bisa memperjual belikan ibunya sendiri.
          Kemudian yang dimaksud dengan tanda-tanda yang kedua  adalah orang-orang  fakir  yang dulunya tidak mampu  memenuhi  kebutuhan pokoknya,  sandal/sepatu, beli pakaian,  dll)  tidak  punya rumah,  atau  tidak punya apapun namun  akhirnya  mereka  menjadi kaya-raya  dengan  harta yang menumpuk dan mereka  menjadi  mampu berlomba dan bermegah-megahan bangunan rumah dan bangunan lain.
          Di  dalam  kitab Tanwirul Qulub dinyatakan  bahwa  tanda-tanda akan  datangnya hari kiamat itu ada dua, yaitu tanda-tanda  kecil dan  tanda-tanda besar. Tanda-tanda kecil antara  lain  kehadiran nabi Muhammad SAW dan kelahiran umat beliau, orang yang  khiyanat malah  dipercaya  dan orang yang jujur malah  dianggap  khiyanat, manusia  bermegah-megahan   bangunan   , tersebarnya  kebodohan  dan semakin  sedikitnya ilmu yang amaliah, meledaknya    jumlah wanita 50 dibanding 1 dengan laki-laki, merebaknya perzinaan, santernya berbagai macam fitnah dikalangan umat Islam.
          Yang termasuk tanda-tanda besar adalah keluarnya Imam Mahdi, keluarnya  Dajjal  pada akhir jaman, turunnya  nabi  Isa  alaihissalam, keluarnya Ya’juj Ma’juj, keluarnya daabbah (sejenis  binatang melata) yang mengatakan kepada manusia bahwa dulunya manusia tidak yakin dengan ayat-ayat Allah, terbitnya matahari dari  arah terbenamnya,  keluarnya  asap yang memenuhi bumi, ditariknya  al Qur’an dan ilmu yang bermanfaat dari bumi, hancurnya ka’bah, dsb.
          Tanda-tanda  datangnya hari qiyamat tersebut  barulah  garis besarnya  saja. Uraian dan penjelasan lebih lanjut  dapat  dibaca pada kitab Tanwirul Qulum mulai halaman 62.
     
          Akhirnya, marilah kita memohon kepada Allah agar kita  diselamatkan  dari berbagai siksa baik siksa di dunia,  siksa  kubur, maupun siksa neraka. Amin ya Robbal alamin.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar